Selasa, Mei 26, 2009

The Bible: A Brief History

"To Know God Is To Love God".

Knowing Him in His Words is loving Him in our life... Live our life to the fullest to experience God's present through Words of Hope in our daily life...

Selasa, Mei 12, 2009

Generasi Y

Memahami Generasi Manusia

Generasi Seniors (Sebelum Tahun 1925)

Generasi Builders (1926 – 1945)

Generasi Baby Boomers (1946 – 1964)
Kelompok masyarakat yang hidup selepas Perang Dunia II. Generasi ini diberi nama Baby Boomers kerana peningkatan jumlah kelahiran di seluruh dunia pada masa itu. Anak-anak yang lahir pada masa itu merupakan golongan masyarakat yang mulai mengenal Televisyen dan Muzik.

Generasi X (1965 – 1980)
Anak-anak yang lahir dalam generasi ini membesar dengan Permainan Video dan MTV serta menghabiskan masa remaja mereka sekitar tahun 80-an.

Kebanyakan anak-anak remaja generasi X memiliki ciri-ciri kurang optimis terhadap masa depan, sinis, skeptis, tidak menghormati nilai-nilai dan adat tradisional, serta tidak memiliki rasa hormat kepada orang tua mereka.

Di awal 90-an, media menampilkan Generasi X (secara fizikalnya) sebagai generasi yang senang memakai kemeja flannel, suka menyendiri, banyak tindikan di tubuh, dan lebih memilih bekerja di restoran.

Generasi Y (Milenium) (1981 – 2000)

Generasi Y atau yang lebih dikenali sebagai Generasi Milenium, tumbuh seiring dengan banyak kejadian yang mengubah dunia, di antaranya berkembangnya Komunikasi Media Massa dan Internet.

Generasi Y merupakan 'sasaran utama' syarikat besar yang mengamalkan Kapitalisma seperti Nike, Levi’s, Motorola, IBM, Y Card, Close-Up, MTV, Coke dan sebagainya. Produk-produk konsumer dibuat dan direkacipta menurut selera mereka.

Mereka lebih dikenali sebagai generasi ‘Y’ - Young, pengganti generasi ‘X’ yang kerap disinonimkan dengan generasi pasca moden. Di Amerika, mereka kerap disinonimkan dengan slackerdom (para pemalas) dan suka pada pesta serta cinta di sana sini.

Di kebanyakan negara, generasi ini merupakan generasi terkaya dalam sejarah, berpendidikan sangat baik, paling sihat, tanpa mengenal perang, penyakit dan kemiskinan.

Namun, generasi ini cenderung meminta, tidak sabar, dan kurang berkomunikasi dengan sesama. Kajian yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa generasi ini memiliki kemampuan mengeja dan bahasa yang 'teruk'.

Generasi Y yang telah bekerja menunjukkan sikap yang cuai dan sentiasa bertentangan dengan peraturan di tempat kerja. Namun, generasi ini boleh dipuji untuk tenaga dan semangat bekerjanya yang luar biasa.

Generasi Y adalah produk dari zamannya iaitu Internet, pasaran terbuka dan GLOBALISASI.

Generasi Platinum (Generasi Baru Abad ke-21)
Tahun 2001 dan Seterusnya

Pakar Psikologi dari Universiti Paramadina (Indonesia), Alzena Masykouri mengatakan bahawa:

"Generasi ini lahir pada zaman keterbukaan teknologi, cara berfikir, berperilaku, serta ketersediaan prasarana pendidikan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya."

"Penamaan sebagai Generasi Platinum oleh para pakar dunia sebenarnya cuma istilah saja, untuk membezakan generasi ini dari sebelumnya. Platinum sendiri mengacu pada sesuatu yang MEWAH dan ELEGAN."

Menurut Masykouri, jika diamati anak-anak generasi ini memiliki karakter unik yang lebih ekspresif dan eksploratif selaras dengan arah perkembangan zaman.

Menurutnya lagi, anak-anak Generasi Platinum memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengakses dan mengeksploitasi informasi sehingga mereka memiliki kesempatan lebih banyak dan terbuka untuk mengembangkan diri.

Kelak, mereka pun dapat menggunakan potensi diri untuk 'survival' hidup. Bahkan menjadi manusia yang berkualiti dan produktif.

Generasi sebelumnya memang sudah memiliki tahap literasi teknologi yang tinggi, namun mereka hanya sebagai pengguna saja. Generasi Platinum adalah golongan yang memiliki orientasi sekaligus kemampuan berkarya sehingga dapat berperanan sebagai produser, kreator, ataupun inisiator.

"Sesungguhnya ini tidak hanya untuk aspek teknologi saja, tetapi juga dalam setiap aspek kehidupan," katanya.

Namun, kata Masykouri, jika ditelaah anak yang lahir pada abad ke-21 adalah hasil 'produksi' orang tua (lahir di tahun 70-an), iaitu generasi yang sudah memiliki keinginan untuk mengoptimakan potensi diri. Orang tua mereka adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi.

Oleh itu, kemunculan generasi yang berbeza tak lepas dari pengaruh orang tuanya yang memiliki pandangan terbuka, dan lebih mudah menerima perubahan, terutama teknologi.

Sementara itu, Ketua Jurusan Sosiologi FISIP Universiti Indonesia (UI) Dr. Paulus Wirutomo mengatakan bahawa pemisahan generasi tidak dapat dilakukan kerana melibatkan banyak aspek seperti keadaan sosial, ekonomi, termasuk informasi.

"Karakter manusia di setiap generasi tidak jauh berbeza kerana manusia dibekalkan dengan kemampuan mengadaptasi. Namun perkembangan generasi tetap berlaku. Yang membezakan individu di setiap generasi ialah Life Skills yang dimiliki," kata Paulus Wirutomo.

Hal senada diutarakan ahli sosiologi dari UI Dr. Johannes Frederik Warouw MA. Beliau mengatakan bahawa wajar terjadinya generasi pada setiap zaman akibat nilai baru dan nilai lama atau modifikasi kedua nilai itu.

Setiap generasi, pasti memiliki 'karekteristik manusia' yang berbeza kerana mereka selalu berhadapan dengan pandangan yang berbeza.

"Perkembangan itu wajar, tetapi keberadaannya perlu diawasi terutama yang berkaitan dengan NILAI kerana jika tidak diawasi boleh membawa kepada kehancuran nilai-nilai sedia ada," katanya.

Eucharist: Source of Youth Inspiration! Answers...

Misa Kudus Masa Kini

Misa Kudus terbahagi kepada 2 bahagian penting iaitu;

1. Liturgi Sabda (Pewartaan Firman Allah & Homili)
2. Liturgi Ekaristi (Tubuh & Darah Kristus)

Belia masa kini BOLEH 'mengubah kehidupan' mereka dengan merayakan Misa Kudus. Proses ini kita namakan sebagai Transformasi Diri.

Bagaimana 'Proses' ini boleh berlaku dalam Misa Kudus?

Pertama:
Kita mempersiapkan diri dengan melalui proses 'Pengakuan Dosa' agar diri kita disucikan daripada segala 'kejahatan dunia'. Semasa proses ini, diri kita haruslah ikhlas dan bersungguh-sungguh Menyesali Dosa agar proses seterusnya dapat dimanfaatkan dengan sebaiknya.

Kedua:
Kita menerima dengan telinga, hati dan fikiran TERBUKA segala Sabda Allah yang diwartakan. Proses kedua ini diakhiri dengan Homili. Homili menjadi 'tulang belakang' dalam proses ini. Hal ini demikian kerana segala sesuatu tentang Sabda Allah yang didengar dalam Misa Kudus, diterjemahkan oleh para Paderi dalam bentuk 'kehidupan kita pada masa kini'.

Ketiga:
Proses sebelumnya telah membawa kita secara langsung ke suatu 'Ruang Spiritual' dan menjadi 'Suci' di depan Allah. Ini kerana, untuk melayakkan diri kita menerima Tubuh & Darah Kristus yang suci, kita seharusnya terlebih dahulu 'dibersihkan' daripada segala dosa. Kemuncak perayaan Misa Kudus berlaku dalam proses ketiga ini. Proses ini diakhiri dengan 'pemberkatan' oleh Paderi.

Kesimpulan
Apabila kita merayakan Misa Kudus (Ekaristi), kita sebenarnya 'diingatkan' tentang Sakramen Asas Gereja iaitu Pembaptisan, Pengakuan Dosa, Ekaristi dan Penguatan, serta sakramen-sakramen yang lain (Misa Kudus merupakan kepenuhan Sakramen-sakramen Gereja). Tetapi bagaimana hal ini boleh berlaku?

Apabila merayakan Misa Kudus, kita akan melalui proses yang pertama iaitu pengakuan atau penyesalan dosa (Sakramen Pengakuan Dosa).

Kemudian kita akan mendengar Firman Allah dan Homili (Words of Hope) yang memberi Kekuatan dan Pengharapan Baru (Sakramen Penguatan) dalam kehidupan kita.

Setelah itu, kita akan menerima Tubuh & Darah Kristus (Sakramen Ekaristi) yang merupakan 'sumber & kemuncak' kehidupan kita.

Akhir sekali, kita 'dilahirkan kembali' daripada kehidupan lama kita (Sakramen Pembaptisan) setelah melalui proses-proses tersebut.

Semua proses tadi yang berlaku dalam Misa Kudus (yang kita rayakan setiap Minggu) telah membawa diri kita ke suatu tahap kehidupan yang lebih baik melalui 'Perubahan Positif' ataupun Transformasi Diri.

Sekian.

Jumaat, Mei 08, 2009

Eucharist: Source of Youth Inspiration!

The Eucharist

Our Lord does not come from Heaven every day to stay in a golden ciborium. He comes to find another Heaven, the Heaven of Our Soul in which HE LOVES TO DWELL.

(St. Thérèse of Lisieux)

This Holy Mass, this Eucharist is clearly an Act of Faith. This body broken and this blood shed for human beings encourage us to give our body and blood up to suffering and pain, as Christ did – not for self, but to bring JUSTICE and PEACE to our people.

(Oscar Romero)

QUESTIONS for Youth Today!

· How in the Eucharist is Violence transformed into Love, and Death into Life?
· How are YOU being transformed in the Eucharist?
· How can YOU participate in this TRANSFORMATION of the world?

The ANSWERS are... (to be continued)

Selasa, Mei 05, 2009

Melayani Seperti Yesus...

1 Petrus 5:1-4

Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan Saksi Penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan PAKSA, tetapi dengan SUKARELA sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau MEMERINTAH atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi TELADAN bagi kawanan domba itu.

Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.